Tampilkan postingan dengan label ban tubeless. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ban tubeless. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

TIPS MERAWAT BAN SEREP

Ban serep merupakan salah satu bagian keamanan yang penting di mobil. Kenapa begitu, karena tentu saja jika ban mobil Anda bocor atau pecah di perjalanan, tentu ban serep lah yang menjadi opsi utama Anda, selain menghubungi kenalan atau jasa layanan yang mungkin disediakan oleh dealer tempat Anda membeli mobil. Tetapi Anda tidak mungkin akan selalu meminta bantuan kenalan Anda, sebab bisa saja kenalan Anda sedang sibuk. Atau menghubungi jasa layanan servis khusus, karena mungkin faktor kekurangan teknisi, waktu tempuh ke lokasi Anda, ataupun tarif yang harus Anda keluarkan ketika memakai jasa layanan tersebut.

Jadi tentu Anda harus familiar dengan yang namanya ban serep. Karena inilah yang akan menjadi penyelamat Anda disaat darurat tersebut. Anda harus selalu memastikan keberadaannya dan kondisinya agar selalu siap untuk dipakai dalam keadaan itu.
Nah, berikut ialah tips dan hal yang harus Anda perhatikan dalam merawat ban serep mobil Anda.

Periksa tekanan angin. Minimal sebulan sekali Anda memeriksa tekanan angina ban serep Anda dengan alat pengukur tekanan angin ban. Jika tekanan tak sesuai Anda bisa tambahkan segera tekanan angin yang dibutuhkan. Memang durasi penggunaan ban serep ini sangat jarang, oleh sebab itu sebaiknya naikkan tekanan anginnya hingga 2 psi dari aturan pabrik untuk antisipasi kempes perlahan akibat penguapan tekangan angina ban serep Anda.

Jaga kondisi ban serep secara rutin. Jika banyak tambalan dan mulai rata permukaannya, sebaiknya Anda ganti dengan yang baru. Komposisi debu, panas dan ditambah air di musim penghujan merupakan kombinasi yang dapat mengurangi usia ban serep, terutama bagi kendaraan yang ban serep berada di kolong belakang mobil. Perawatannya dengan cara bersihkan ban serep tersebut atau dengan membungkusnya dengan cover ban serep. Selain itu lakukan rotasi ban secara berkala, termasuk pada ban serep jika kebetulan ukuran ban serep seukuran ban standar kendaraan Anda.

Jika ingin mengurangi berat dan tempat penyimpanan ban serep, Anda bisa menyimpan ban berukuran kecil. Untuk mobil keluaran sekarang hampir semua ban serep Ringnya kebih kecil satu dari ban utamanya. Batasi jarak tempuhnya ketika memakai ban serep ini (sekitar 80 km), dengan kecepatan mobil maksimal 80 km/jam. Karena ban serep bukan merupakan ban utama mobil Anda, hanya untuk keadaan darurat saja.

Pastikan ada tools kit lengkap di mobil Anda. Berupa alat dongkrak, kunci roda, dan lain-lain sesuai strandard yang diberikan untuk tiap mobil saat Anda membelinya. Pastikan Anda mengerti cara dan proses penggantian ban, karena beberapa jenis mobil berbeda penempatan ban serep dan proses pelepasan dari tempat simpannya.

Mengganti ban. Lakukan prosedur standard yang diberikan oleh dealer tempat Anda membeli mobil. Berikut langkah-langkahnya; sebaiknya letakkan ban cadangan dekat ban kempes/bocor yang berfungsi sebagai penahan body kendaraan, kendurkan tiap mur pada ban bocor Anda, lalu tempatkan alat dongkrak pada titik pendongkrakan sekitar 5 cm dari tanah, dan yang terakhir ganti bannya dengan letakkan ban bocor sebagai penahan bodi. Pastikan ban serep sudah terpasang dengan kencang dan benar sebelum Anda menurunkan dongkrak.

Setelah ban serep terpasang Anda sudah siap kembali melajukan kendaraan Anda ke tujuan Anda. Satu lagi selalu terapkan Safe Drive priority.

TIPS DAN CARA KERJA MENAMBAL BAN TUBELESS SENDIRI

Bocor ban adalah salah satu masalah yang akan selalu kita alami ketika berkendara di jalan. Jika bocor ban terjadi kebetulan saat ramai dan ada tukang tambal ban, tentu hal ini tidak jadi soal. Tapi jika bocor ban di tempat sepi, bagaimana?

Akan sangat pusing jika ban yang kita pakai masih menggunakan sistem ban dalam. Hanya satu solusi untuk Anda kalau begitu, yaitu hubungi kenalan terdekat Anda untuk secepatnya datang menjemput.

Sedikit beruntung bagi yang memakai ban tubeless. Kenapa sedikit beruntung? Karena ban jenis ini memang didesain tanpa ban dalam jadi tak perlu bongkar ban untuk tambal ban dalamnya, ditambah dengan produk liquid anti bocor yang akan membuat ban tubeless Anda meski tertancap paku tak perlu buru-buru dicabut dan ditambal. Tetapi masa aktif liquid ini tidak akan selamanya berfungsi efektif. Bagaimana jika ban tubeless Anda tetap alami kebocoran?

Anda dapat menambal ban sendiri. Kok bisa? Tentu bisa dengan menggunakan tire repair kit. Kamu bisa mencarinya sendiri di toko perkakas atau situs onlineshop yang ada. Biasanya, satu set terdiri dari alat congkel/ pelubang, pengait, lem tambal, amplas, serta bahan tambalnya itu sendiri. Untuk kisaran harga beragam, berkisar Rp 25-40 ribu, tergantung merek, jumlah alat, dan kualitas alat-alatnya.

Setelah Anda memiliki kit set tersebut, berikut tips dan cara kerja menambal ban tubeless motor sendiri.

Copot paku. Cara ini dilakukan jika ban tubeless motor Anda bocor disebabkan karena adanya paku yang tertancap. Anda dapat mencabutnya dengan tang dari tool kit bawaan motor Anda.
Lubangi yang bocor. Dengan melubangi yang bocor dengan alat pembuka lubangnya (ujungnya berbentuk seperti mur) dengan cara tancapkan alat itu sekuat tenaga dan gerakkan maju mundur sampai lubang longgar agar dapat membuat bahan tambal bisa masuk.

Masukkan bahan tambal. Dengan alat seperti jarum besar yang ujungnya berlubang, bahan ini dimasukkan ke lubang tersebut. Cara kerjanya, letakkan bahan tambal di dalam lubang alat seperti tusuk jarum besar bergagang. Tancapkan ke dalam lubang yang sudah longgar, setelah itu Tarik sekuat tenaga hingga bahan tambalnya tertinggal di lubang dan menutupi lubang tersebut. Tunggu karet mengering. Gunting sisa karet/ bahan tambal yang tersisa di luar ban.

Isi angin. Tentu proses ini diperlukan, karena angina sudah keluar semua dari ban karena tahap kedua sebelumnya. Jika tidak percuma meski ban tubeless sudah tidak bocor, kendaraan Anda tidak bisa dikendarai karena kurang angin. Jika dipaksa malah berakibat fatal, seperti merusak ban tubeless atau bahkan dapat merusak velg. Oleh sebab itu mungkin jika diperlukan membawa pompa angin sendiri. Tentu bukan yang pompa batang, cari yang pompa lebih portable (seperti pompa injak dll).

Itulah tips dan cara kerja menambal ban tubeless kendaraan Anda sendiri. Nah tapi hal tersebut akan bisa diminimalisir dengan cara selalu kontrol tekanan angin ban tubeless Anda, karena dengan tekanan angin yang tidak kurang akan membuat ban lebih sulit tertancap benda tajam. Serta juga